Bersama dengan Juubi yang mereka pijaki,
Madara dan Obito terus menyerang. "Katon:
Gouka Mekkayu!!" Madara menembakkan
semburan apinya. "Katon: Bakufuu Ranbu!!!"
begitu pula dengan Obito. Meski namanya
berbeda, dua serangan api itu tak jauh
berbeda, besar dan menyapu habis para
shinobi aliansi.
Shinobi aliansi terkena serangan, namun
berkat chakra Kyuubi, luka yang mereka alami
tidaklah terlalu fatal. "Ukkh... terimakasih."
ucap salah seorang shinobi. "Tanpa chakra
Naruto, tubuh kami pasti sudah menjadi daging
bakar." pikir Chouji.
Madara dan Obito tak berhenti menyerang. Kali
ini mereka mengaktifkan RInengan dan
Mangekyou Sharingannya. Madara memunculkan
Susano'o, sementara Obito menembakkan
kunai-kunai dan shuriken dari dimensi lain.
"Haah!!!" chakra Naruto masih mampu menahan
semua serangan itu. "Chakra Naruto
melindungi semuanya..." pikir Sakura. "Tapi...
bukankah itu menyakitkan bagimu, Naruto?"
Sakura khawatir.
"Haah, haah..." Naruto tampak sedikit
kelelahan.
"Di atasmu, Naruto!!" teriak guru Kakashi.
Dari atas Naruto, Obito dengan kemampuan
ruang dimensinya muncul. Obito menyerang,
untung saja Naruto cepat dan menghindarinya.
"Naruto... Kau hanya mengandalkan dirimu
untuk melindungi orang-orang...
Apa kau pikir ini akan membantu?" tanya Tobi.
"Naruto, apa kau baik-baik saja?" tanya
Kyuubi di dalam diri Naruto. "Memang terlalu
berat bagimu untuk mengendalikan chakra
yang kuberikan padamu sekaligus. Kau pasti
sudah mulai kelelahan. Dan kelihatannya, Juubi
masih menyimpan chakranya, jadi berhati-
hatilah!!"
"Haah, haah..." Naruto masih tampak menghela
nafas.
"Kau hanya akan menjadi semakin lemah...."
ucap Obito. Tapi kali ini, Naruto membalasnya.
"Karena kau sendirian, mungkin kau tak bisa
mengerti. Dekat dengan orang-orang...
benar-benar membuatku senang!!!" Naruto
menyerang. "Itu sudah cukup untuk memberiku
kekuatan!!"
Yang lain juga ikut membantu, bersiap untuk
menyerang ke tempat Obito berdiri. Akan
tetapi, dia menghilang. "Huh, dia kabur!?" ucap
Kiba.
Obito muncul di atas sebuah bukit batu, dan ia
kembali berceramah, "Kalau kau pikir rasa
sakit dari kematian temanmu merupakan
bentuk dari ikatan, lalu kenapa kau melindungi
mereka?"
"Ceramah bodohmu, itulah salah satu yang
kubenci darimu!!" teriak Naruto. "Berhenti
dengan alasan-alasan bodohmu itu!! Maksudku
adalah aku akan menahan rasa sakit apapun
demi teman-temanku!! Aku tak akan
menyerah!!"
"Mungkin aku egois, tapi..." Naruto masih
melanjutkan kata-katanya, "Tak memiliki
teman di sini... bagiku itu lebih menyakitkan
dari apapun!! Titik!!!"
Orang-orang termasuk Obito terdiam.
"Obito... apa yang ingin kau uji dari Naruto?"
pikir Kakashi. "Heh..." teman-teman Naruto
hanya bisa tersenyum mendengarnya.
Sementara itu di tempatnya, Madara
menyadari sesuatu. "Tidak salah lagi, chakra
ini..." Madara merasakannya. "Hashirama!!!"
wajah Madara benar-benar terlihat
bergairah. "Gwooooohh!!!!" ekor sepuluh
berteriak.
Perlahan bentuk Juubi berubah, tangan
kurusnya jadi mulai berisi. Dan teriakannya
itu, benar-benar keras dan bising. "Sial!!
Bahkan jutsu pasir dicampur chakra Naruto
ini tetap tak bisa menahannya!!" ucap seorang
shinobi sambil menutup telingannya.
"Tak ada lagi yang lebih baik dari ini, pak
tua!!" ucap shinobi lainnya.
"Ukhh!!!" para shinobi menutup telinga,
termasuk Naruto.
"Naruto, ini buruk!!" ucap Kyuubi. "Dia akan
menggunakan Tenpe Chii!!"
"Apa itu?" Naruto tak tahu.
Di sisi Obito, ia sedang berdiri menghadap
Madara yang berada di atas Juubi.
"Kita akan memotong satu-satunya yang
menghubungkan diriku dengan Juubi, tak akan
ada yang mengendalikannya." ucap Obito,
"Mungkin akan lebih baik kalau aku menjadi
jinchurikinya saja..."
"Gwooohhhh!!!!" Juubi terus berteriak, dan
perlahan badai petir menyambar-nyambar
dari langit. "Kesenangan yang sesungguhnya...
baru akan dimulai!!" ucap Madara. Tubuhnya
telah dilapisi Susano'o.
"Kali ini, aku akan membuat Juubi
menghilang!!!" Kakashi hendak menggunakan
jutsu kamui miliknya. Akan tetapi, tiba-tiba
Obito muncul di hadapannya. "Kelihatannya kau
sudah menunggu hal ini, Kakashi... Tapi, aku
juga!!" ucap Obito.
"Guru Kakashi!!" teriak Naruto.
"Naruto, aku menyerahkan yang di sini
padamu..." ucap Kakashi. Kemudian tak lama
setelahnya, ia dan Obito menghilang ke
dimenasi lain.
Para shinobi mulai panik, berteriak.
"Gyaaaahhh!!!!"
Tindallan Juubi terus menciptakan bencana,
angin badai di mana-mana, petir terus
menyambar, benar-benar mengerikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar