Baca Juga

Selasa, 23 April 2013

alur cerita naruto teks chapter 628

Bersama dengan Juubi yang mereka pijaki,
Madara dan Obito terus menyerang. "Katon:
Gouka Mekkayu!!" Madara menembakkan
semburan apinya. "Katon: Bakufuu Ranbu!!!"
begitu pula dengan Obito. Meski namanya
berbeda, dua serangan api itu tak jauh
berbeda, besar dan menyapu habis para
shinobi aliansi.
Shinobi aliansi terkena serangan, namun
berkat chakra Kyuubi, luka yang mereka alami
tidaklah terlalu fatal. "Ukkh... terimakasih."
ucap salah seorang shinobi. "Tanpa chakra
Naruto, tubuh kami pasti sudah menjadi daging
bakar." pikir Chouji.
Madara dan Obito tak berhenti menyerang. Kali
ini mereka mengaktifkan RInengan dan
Mangekyou Sharingannya. Madara memunculkan
Susano'o, sementara Obito menembakkan
kunai-kunai dan shuriken dari dimensi lain.

"Haah!!!" chakra Naruto masih mampu menahan
semua serangan itu. "Chakra Naruto
melindungi semuanya..." pikir Sakura. "Tapi...
bukankah itu menyakitkan bagimu, Naruto?"
Sakura khawatir.
"Haah, haah..." Naruto tampak sedikit
kelelahan.
"Di atasmu, Naruto!!" teriak guru Kakashi.
Dari atas Naruto, Obito dengan kemampuan
ruang dimensinya muncul. Obito menyerang,
untung saja Naruto cepat dan menghindarinya.
"Naruto... Kau hanya mengandalkan dirimu
untuk melindungi orang-orang...
Apa kau pikir ini akan membantu?" tanya Tobi.
"Naruto, apa kau baik-baik saja?" tanya
Kyuubi di dalam diri Naruto. "Memang terlalu
berat bagimu untuk mengendalikan chakra
yang kuberikan padamu sekaligus. Kau pasti
sudah mulai kelelahan. Dan kelihatannya, Juubi
masih menyimpan chakranya, jadi berhati-
hatilah!!"
"Haah, haah..." Naruto masih tampak menghela
nafas.
"Kau hanya akan menjadi semakin lemah...."
ucap Obito. Tapi kali ini, Naruto membalasnya.
"Karena kau sendirian, mungkin kau tak bisa
mengerti. Dekat dengan orang-orang...
benar-benar membuatku senang!!!" Naruto
menyerang. "Itu sudah cukup untuk memberiku
kekuatan!!"
Yang lain juga ikut membantu, bersiap untuk
menyerang ke tempat Obito berdiri. Akan
tetapi, dia menghilang. "Huh, dia kabur!?" ucap
Kiba.
Obito muncul di atas sebuah bukit batu, dan ia
kembali berceramah, "Kalau kau pikir rasa
sakit dari kematian temanmu merupakan
bentuk dari ikatan, lalu kenapa kau melindungi
mereka?"
"Ceramah bodohmu, itulah salah satu yang
kubenci darimu!!" teriak Naruto. "Berhenti
dengan alasan-alasan bodohmu itu!! Maksudku
adalah aku akan menahan rasa sakit apapun
demi teman-temanku!! Aku tak akan
menyerah!!"
"Mungkin aku egois, tapi..." Naruto masih
melanjutkan kata-katanya, "Tak memiliki
teman di sini... bagiku itu lebih menyakitkan
dari apapun!! Titik!!!"
Orang-orang termasuk Obito terdiam.
"Obito... apa yang ingin kau uji dari Naruto?"
pikir Kakashi. "Heh..." teman-teman Naruto
hanya bisa tersenyum mendengarnya.
Sementara itu di tempatnya, Madara
menyadari sesuatu. "Tidak salah lagi, chakra
ini..." Madara merasakannya. "Hashirama!!!"
wajah Madara benar-benar terlihat
bergairah. "Gwooooohh!!!!" ekor sepuluh
berteriak.
Perlahan bentuk Juubi berubah, tangan
kurusnya jadi mulai berisi. Dan teriakannya
itu, benar-benar keras dan bising. "Sial!!
Bahkan jutsu pasir dicampur chakra Naruto
ini tetap tak bisa menahannya!!" ucap seorang
shinobi sambil menutup telingannya.
"Tak ada lagi yang lebih baik dari ini, pak
tua!!" ucap shinobi lainnya.
"Ukhh!!!" para shinobi menutup telinga,
termasuk Naruto.
"Naruto, ini buruk!!" ucap Kyuubi. "Dia akan
menggunakan Tenpe Chii!!"
"Apa itu?" Naruto tak tahu.
Di sisi Obito, ia sedang berdiri menghadap
Madara yang berada di atas Juubi.
"Kita akan memotong satu-satunya yang
menghubungkan diriku dengan Juubi, tak akan
ada yang mengendalikannya." ucap Obito,
"Mungkin akan lebih baik kalau aku menjadi
jinchurikinya saja..."
"Gwooohhhh!!!!" Juubi terus berteriak, dan
perlahan badai petir menyambar-nyambar
dari langit. "Kesenangan yang sesungguhnya...
baru akan dimulai!!" ucap Madara. Tubuhnya
telah dilapisi Susano'o.
"Kali ini, aku akan membuat Juubi
menghilang!!!" Kakashi hendak menggunakan
jutsu kamui miliknya. Akan tetapi, tiba-tiba
Obito muncul di hadapannya. "Kelihatannya kau
sudah menunggu hal ini, Kakashi... Tapi, aku
juga!!" ucap Obito.
"Guru Kakashi!!" teriak Naruto.
"Naruto, aku menyerahkan yang di sini
padamu..." ucap Kakashi. Kemudian tak lama
setelahnya, ia dan Obito menghilang ke
dimenasi lain.
Para shinobi mulai panik, berteriak.
"Gyaaaahhh!!!!"
Tindallan Juubi terus menciptakan bencana,
angin badai di mana-mana, petir terus
menyambar, benar-benar mengerikan.

Rabu, 17 April 2013

alur cerita one piece chapter 706

Pembawa acara berteriak saat dia memasuki
arena. "Meski terlambat, dia tetaplah peserta
dari blok B!! Sosok yang menjadi terkenal
secepat gerakan komet, yang baru datang ke
Dunia Baru satu tahun yang lalu!! Rookie gila
yang kekejamannya tak bisa dibandingkan
dengan siapun!!"
"Memanggang bajak laut dan kemudian
menyiarkannya, membom warga sipil yang
tidak bersalah, dia adalah bajak laut yang
paling tidak diinginkan oleh siapapun!!! Dialah...
bajak Laut Baltromeo!!!"
Baltromeo sang kanibal adalah kapten dari
bajak laut Balt Club, seorang bajak laut
dengan buronan 150 juta Berry. Angka yang
hebat untuk seorang pendatang baru.
"Kalian semua pergilah ke Neraka!!!" teriak
Baltromeo saat memasuki arena. "Pergi kau
sialan!!!" teriak penonton. Para penonton
bersorak ke arahnya. "Aku harap kau kalah,
sialan!!" tampaknya orang-orang memang
sangat membencinya.
"Heeehahaha!!" bajak laut bernama Baltromeo
itu melambaikan tangan ke arah penonton
sambil mengupil dengan jari di tangan satunya.
Kemudian tanpa basa-basi, ia melempar
sesuatu ke arah para penonton.
"Eeh!!? Mungkinkah itu!!??"
"Apa yang kau lakukan, sialan!!?"
"Ito bomb!!!" teriak panik para penonton dan
kemudian berlarian ke luar.
"Uwa!!! Biarkan aku lewat kakek tua, jalanmu
lambat sekali!!!!"
"Kyaaa!! Jalannya sesak sekali, aku tak bisa
berlari!!"
"Utamakan perempuan, hei, biarkan aku
pergi!!"
"Selamatkan aku!! Aku akan bayar kalian!!!"
Orang-orang panik meski yang sebenarnya
Baltromeo lempar hanyalah sebuah bola. "Itu
hanya... bola?"
"Benar-benar tidak layak." ucap Baltromeo.
Orang-orang jadi semakin kesal saja padanya.
"Kau ini benar-benar dibenci, ya? bocah..."
ucap salah seorang peserta blok B.
"Yaah, aku tak butuh disukai oleh sialan-
sialan seperti mereka." ucap Baltromeo.
"Selain dia, masih banyak lagi yang ada di blok
B!!" teriak pembawa acara. "Yang terakhir,
benar-benar kembalikan dari si gila meo!! Dia
memegang penghargaan yang tinggi terhadap
raja kita!! Dia membuktikan kesetiaannya
dengan menyumbangkan sebuah pilar emas
yang dia ambil bersama dengannya dari negeri
yang sangat jauh!!"
"Ooh, mungkinkah itu..."
"Kyaaa!!!" para penonton jatuh cinta.
"Di masa lalu, ia telah menghancurkan
negara-negara yang telah mentertawakan
kita dan Negara bajak laut barbar!! Dialah,
peluru Dressrosa!! Lelaki yang telah menerima
kesempatan dari sang raja!!!"
Sebelum namanya disebutkan, scene kembali
beralih ke ruang tempat Luffy dan peserta
dari blok A yang telah dikalahkan berada.
"Ruang medis ada di sebelah sana." jelas
panitia. "Kami tak punya banyak tandu. Jadi
bagi yang masih bisa berjalan, pergilah
sendiri."
"Sial... siapa yang menyangka orang seperti
dia akan ikut menjadi peserta." ucap salah
seorang peserta yang terluka.
"Mereka semua dikalahkan oleh si Champion
itu..." ucap Luffy.
Beberapa dari mereka bahkan masih trauma,
"Aku takut!!! Aku akan dibunuh!! Monster itu
akan membunuhku!!!" teriaknya di atas tandu.
"Bertahanlah, semuanya sudah berakhir!!" ucap
petugas medis.
"Hei..." seorang lelaki bertubuh besar
menghampiri Luffy. "Aku tidak buta, kau
tahu." ucapnya. "Hmm?" Luffy menghadap ke
belakang dan ternyata itu tak lain adalah
Bellamy, bajak laut yang harga buronannya
kini adalah 195 juta Berry.
"Tak peduli bagaimanapun caramu menyamar,
aku tak akan pernah melupakan wajah orang
yang sudah merusak reputasiku."
"Ooh, kau kan orang yang waktu itu...
Malo..."
"Namaku Bellamy!!"
"Ah ya, Bellamy!" ucap Luffy. "Kenapa kau ada
di sini?" tanya Luffy.
"Tak ada alasan aku terus tinggal di pulau
Jaya, jadi aku bisa pergi kemanapun aku mau."
"Aku sudah mengagumi Doflamingo bahkan
sejak aku masih kecil." ucap Bellamy. "Aku
tak tertarik dengan buah Mera Mera, tapi aku
juga tak punya alasan untuk kalah."
"Yah, kalau begitu kita hanya perlu bertarung
lagi kan." ucap Luffy.
"Yah, tapi aku bukanlah aku yang dulu." ucap
Bellamy. "Topi Jerami... aku sudah mampir di
pulau langit. Aku kehilangan teman-temanku.
Tapi... duniaku jadi terbalik setelahnya."
"kau pergi ke Skypiea!?? Kau!! kau tak
melakukan apapun pada orang-orang di sana,
kan!?"
"Yaah, siapa yang tahu..." ucap Bellamy.
Selanjutnya iapun pergi.
"Aku tak punya urusan lagi denganmu. Tapi
untuk melewati yang badai yang akan segera
datang, aku bergabung di kapal Doflamingo.
Aku tak akan mentertawakanmu lagi."
Bellamy memasuki arena dan pembawa
acarapun menyambutnya. Ternyata, Bellamylah
yang tadi pembawa acara bicarakan. "Kalau
orang ini memenangkan turnamennya, sudah
siputuskan kalau dia akan diangkat secara
resmi menjadi pemimpin keluarga Donquixote.
Salah satu kandidat juara. Bajak laut Hyena
Bellamy!!!!"
"Dia itu lumayan populer ya." ucap pangeran
bajak laut. "Hei, kau ada di blok mana, Lucy?"
"Aku..."
Luffy berada di blok C, dimana terdapat 139
peserta di dalamnya.
"Baiklah, pertarungan antara 138 peserta di
blok B akan segera dimulai!!" ucap pembawa
acara. "kalau keluar dari arena atau mati di
arena, kalian kalah!! Pemenangnya adalah orang
terakhir yang tersisa. Baiklah, dengan ini kami
nyatakan pertarungan dimulai!!!"
Pertarungan blok B pun dimulai. "Hmm, yang
mana yang harus kukalahkan duluan, ya?"
Bellamy mencari mangsa. "Ng??" Dia kaget.
Battle Royal adalah sistem dimana semua
pesertanya adalah lawan. Namun di antara
mereka, ada sebuah kelompok yang bekerja
sama. "Apa kita akan mengalahkan bellamy
pertama, Dagama??"
"Yaah!! Kita memang harus mengalahkan orang
yang mengganggu terlebih dahulu sebelum
bergabung dengan kerumunan ini!!"
Ternyata mereka adalah orang-orang dari
kerajaan Prodence.
"Apa-apaan mereka ini?? mereka seperti
pasukan tentara." ucap Bellamy.
"Mana bisa ini disebut sebagai Battle Royal..."
ucap Baltromeo.
"Kalian boleh menyebut kami kotor atau
apapun itu setelah kalian mati gamahaha!!!"
teriak Dagama, penyusun strategi Kerajaan
Prodence. "Yang terakhir berdiri adalah
pemenangnya!! Hanya itu yang kami butuhkan!!"
Bersambung ke One Piece Chapter 707